<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Bandung Kota Kembang</title>
	<atom:link href="http://bandungkotakembang.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Sep 2008 18:04:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Buku &#8216;Wajah Bandoeng Tempo Doeloe&#8217; oleh firmansyah</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/19/buku-wajah-bandoeng-tempo-doeloe/#comment-988</link>
		<dc:creator>firmansyah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 18:04:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kupalima.wordpress.com/?p=295#comment-988</guid>
		<description>dimana bias dapat buku nya ya..hatur nuhun</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dimana bias dapat buku nya ya..hatur nuhun</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Banjir Masih akan Tetap Mengintai Bandung oleh dwiharini</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/25/banjir-masih-akan-tetap-mengintai-bandung/#comment-987</link>
		<dc:creator>dwiharini</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 04:16:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bandungkotakembang.wordpress.com/?p=178#comment-987</guid>
		<description>Salah satu penyebab banjir lain (disamping penggundulan resapan air di utara sana) adalah , sayang sekali, kebiasaan buruk masyarakat  , yaitu MEMBUANG SAMPAH DI MANAPUN MEREKA BERADA dan dimanapun mereka suka! Sangat menyedihkan lagi, bayak kaum yang mengaku terpelajar melakukannya dengan sangat sadar, misalnya membuang bungkus permen, bungkus rokok, puntung rokok, kulit buah dan lain-lain lewat kaca mobil bagus mereka. Bukan cuma itu, di kampus/kantor, para dosen/pegawai sekalipun masih membuang puntung rokok semaunya. Padahal kalau mau berjalan sedikit mencari asbak atau tempat sampah ........

Kenapa rokok dan bungkus makanan yang jadi contoh? Bila untuk hal &quot;sekecil&quot; itu pun mereka tidak mampu atau tidak mau, saya yakin untuk hal yang (lebih) besar pun dijamin ceroboh, seenaknya! Bagaimana dengan masyarakat lain yang bisanya hanya mencontoh? Ada satu kesimpulan dari kebiasaan buruk orang-orang yang saya maksud di atas, yaitu mereka akan buang sampah dimanapun asal tidak di halaman mereka sendiri! Sungguh sangat egois! Saluran air kotor isinya bukan air (kotor), tapi tempat sampah. Kemana airnya? ya ke permukaan atuuh! Lapangan Supratman yang setiap Jumat dibersihkan oleh tentara selalu dikotori oleh pengguna-pengguna yang lain, yang katanya kaum terdidik, padahal di sekitar lapangan banyak tempat sampah.

Untuk menghilangkan kebiasaan buang sembarangan (bukan meminimalisir!), tinggal law enforcement-nya saja. Sepengetahuan saya sudah ada perda dan regulasi-regulasi yang lain. Masyarakat itu gampang! Bila hukum ditegakkan secara konsisten, percayalah, tidak ada yang berani melanggar di masa depan. Guru-guru TK, SD, SMP, SMA dan orang tua harus memberi contoh daily.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu penyebab banjir lain (disamping penggundulan resapan air di utara sana) adalah , sayang sekali, kebiasaan buruk masyarakat  , yaitu MEMBUANG SAMPAH DI MANAPUN MEREKA BERADA dan dimanapun mereka suka! Sangat menyedihkan lagi, bayak kaum yang mengaku terpelajar melakukannya dengan sangat sadar, misalnya membuang bungkus permen, bungkus rokok, puntung rokok, kulit buah dan lain-lain lewat kaca mobil bagus mereka. Bukan cuma itu, di kampus/kantor, para dosen/pegawai sekalipun masih membuang puntung rokok semaunya. Padahal kalau mau berjalan sedikit mencari asbak atau tempat sampah &#8230;&#8230;..</p>
<p>Kenapa rokok dan bungkus makanan yang jadi contoh? Bila untuk hal &#8220;sekecil&#8221; itu pun mereka tidak mampu atau tidak mau, saya yakin untuk hal yang (lebih) besar pun dijamin ceroboh, seenaknya! Bagaimana dengan masyarakat lain yang bisanya hanya mencontoh? Ada satu kesimpulan dari kebiasaan buruk orang-orang yang saya maksud di atas, yaitu mereka akan buang sampah dimanapun asal tidak di halaman mereka sendiri! Sungguh sangat egois! Saluran air kotor isinya bukan air (kotor), tapi tempat sampah. Kemana airnya? ya ke permukaan atuuh! Lapangan Supratman yang setiap Jumat dibersihkan oleh tentara selalu dikotori oleh pengguna-pengguna yang lain, yang katanya kaum terdidik, padahal di sekitar lapangan banyak tempat sampah.</p>
<p>Untuk menghilangkan kebiasaan buang sembarangan (bukan meminimalisir!), tinggal law enforcement-nya saja. Sepengetahuan saya sudah ada perda dan regulasi-regulasi yang lain. Masyarakat itu gampang! Bila hukum ditegakkan secara konsisten, percayalah, tidak ada yang berani melanggar di masa depan. Guru-guru TK, SD, SMP, SMA dan orang tua harus memberi contoh daily.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Buku &#8216;Wajah Bandoeng Tempo Doeloe&#8217; oleh aji</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/19/buku-wajah-bandoeng-tempo-doeloe/#comment-986</link>
		<dc:creator>aji</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 08:44:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kupalima.wordpress.com/?p=295#comment-986</guid>
		<description>keren,. lumayan ngebantu tugaskuliah  eung..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>keren,. lumayan ngebantu tugaskuliah  eung..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kekhawatiran Tentang Calon Walikota Independen &#8230; oleh error2succes</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/21/kekhawatiran-calon-walikota-independen/#comment-985</link>
		<dc:creator>error2succes</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 14:50:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kupalima.wordpress.com/?p=303#comment-985</guid>
		<description>calon independen harus bisa mewakili aspirasi para GOLPUTer. disitulah ceruknya. karena partai-partai semakin tidak mampu membendung pertumbuhan GOLPUTer ini. yang independen harus memformulasikan pasangan, program, dll sehingga menarik minat seluas mungkin para GOLPUTer ini. salam kenal dari error2succes.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>calon independen harus bisa mewakili aspirasi para GOLPUTer. disitulah ceruknya. karena partai-partai semakin tidak mampu membendung pertumbuhan GOLPUTer ini. yang independen harus memformulasikan pasangan, program, dll sehingga menarik minat seluas mungkin para GOLPUTer ini. salam kenal dari error2succes.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tentang Saya oleh toeri</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/about-2/#comment-984</link>
		<dc:creator>toeri</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 12:43:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kupalima.wordpress.com/about/#comment-984</guid>
		<description>Salam kenal A
aku di Duri, Riau....bagus banget foto jepretan AA...boleh tau jenis kameranya...hatur nuhun,,,,salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal A<br />
aku di Duri, Riau&#8230;.bagus banget foto jepretan AA&#8230;boleh tau jenis kameranya&#8230;hatur nuhun,,,,salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kapan Pelaksanaan Ujian Nasional Bisa Bebas Kecurangan?! oleh Jaya</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/23/kapan-pelaksanaan-ujian-nasional-bisa-bebas-kecurangan/#comment-983</link>
		<dc:creator>Jaya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 09:32:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bandungkotakembang.wordpress.com/?p=175#comment-983</guid>
		<description>Anak saya yg ikut UASBN di Kab. Bogor juga mengeluh, ia yang sudah belajar mati-matian jadi frustasi karena guru sekolah membacakan jawaban soal 15 menit setelah ujian berlangsung, para pengawas yang berasal dari sekolah lain juga membiarkan kecurangan terjadi. 
Hal ini pasti sangat mempengaruhi moral anak-anak, ini sama saja dengan mengajari anak anak korupsi sejak dini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anak saya yg ikut UASBN di Kab. Bogor juga mengeluh, ia yang sudah belajar mati-matian jadi frustasi karena guru sekolah membacakan jawaban soal 15 menit setelah ujian berlangsung, para pengawas yang berasal dari sekolah lain juga membiarkan kecurangan terjadi.<br />
Hal ini pasti sangat mempengaruhi moral anak-anak, ini sama saja dengan mengajari anak anak korupsi sejak dini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Semakin Banyak Polisi Tidur! oleh Ari Tjahjawandita</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/23/semakin-banyak-polisi-tidur/#comment-982</link>
		<dc:creator>Ari Tjahjawandita</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 02:11:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bandungkotakembang.wordpress.com/?p=176#comment-982</guid>
		<description>Sudah pernah lewat jalan kecil di komplek-komplek lain seperti di belakang laswi yang tembus ke Jl. Gatot Subroto atau jalan-jalan yang tembus dari Jl. Sukabumi ke Jl. Kiaracondong? Di sana juga banyak sekali polisi tidurnya.

Kalau tidak dipasang polisi tidur, kendaraan bermotor suka ngebut. Kalau dipasang, pengendara kendaraan bermotor jadi tidak nyaman. Satu lagi dampak negatif adanya polisi tidur yang banyak orang tidak tahu: mengganggu pembuangan air ke selokan sehingga alhasil jalannya mudah rusak akibat air lama menggenang.

Kalau tidak salah 3 tahun lalu Pemkot pernah menerbitkan peraturan yang melarang pembuatan polisi tidur tanpa ijin resmi dari Pemkot, tapi peraturan ini hanya sekedar peraturan karena tidak ada seperti biasa tidak ada upaya penegakannya.

Jalan tengahnya bagaimana kalau begini saja: polisi tidur dilarang ada, tapi warga perumahan juga dilindungi dari pelanggar rambu batas kecepatan. Artinya, mereka-mereka yang mau mengambil SIM harus benar-benar diuji paham benar dengan peraturan lalu lintas dan terindikasikan bakal santun berlalu lintas. Bagaimana kalau yang sudah kadung punya SIM? Solusinya, bagaimana kalau diadakan ujian ulang secara bertahap? Dan bagi mereka yang melakukan pelanggaran lalu lintas, harus ada ancaman sanksi SIMnya bakal dicabut!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah pernah lewat jalan kecil di komplek-komplek lain seperti di belakang laswi yang tembus ke Jl. Gatot Subroto atau jalan-jalan yang tembus dari Jl. Sukabumi ke Jl. Kiaracondong? Di sana juga banyak sekali polisi tidurnya.</p>
<p>Kalau tidak dipasang polisi tidur, kendaraan bermotor suka ngebut. Kalau dipasang, pengendara kendaraan bermotor jadi tidak nyaman. Satu lagi dampak negatif adanya polisi tidur yang banyak orang tidak tahu: mengganggu pembuangan air ke selokan sehingga alhasil jalannya mudah rusak akibat air lama menggenang.</p>
<p>Kalau tidak salah 3 tahun lalu Pemkot pernah menerbitkan peraturan yang melarang pembuatan polisi tidur tanpa ijin resmi dari Pemkot, tapi peraturan ini hanya sekedar peraturan karena tidak ada seperti biasa tidak ada upaya penegakannya.</p>
<p>Jalan tengahnya bagaimana kalau begini saja: polisi tidur dilarang ada, tapi warga perumahan juga dilindungi dari pelanggar rambu batas kecepatan. Artinya, mereka-mereka yang mau mengambil SIM harus benar-benar diuji paham benar dengan peraturan lalu lintas dan terindikasikan bakal santun berlalu lintas. Bagaimana kalau yang sudah kadung punya SIM? Solusinya, bagaimana kalau diadakan ujian ulang secara bertahap? Dan bagi mereka yang melakukan pelanggaran lalu lintas, harus ada ancaman sanksi SIMnya bakal dicabut!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Banjir Masih akan Tetap Mengintai Bandung oleh Ari Tjahjawandita</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/25/banjir-masih-akan-tetap-mengintai-bandung/#comment-981</link>
		<dc:creator>Ari Tjahjawandita</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 02:00:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bandungkotakembang.wordpress.com/?p=178#comment-981</guid>
		<description>Dulu waktu saya kecil, Bandung masih bersih, tidak semrawut lalu lintasnya, tidak pernah dengar berita banjir di Bandung dari harian PR atau TVRI. Setiap pagi masih bisa menikmati kabut walau tinggal di pusat kota.

Sekarang? Bandung kota sampah, lalu lintas macet di mana-mana. Malah katanya pencemaran timbal sudah sedemikian parahnya sampai-sampai dikhawatirkan generasi berikutnya dari masyarakat Bandung bakal menurut tingkat kecerdasannya. Banjir malah sudah jadi pemandangan &quot;wajar&quot; di jalan-jalan protokol di daerah Bandung Utara saat hujan lebat. Aneh memang... di Bandung Utara yang notabene daerah tinggi kok banjir. Kalau daerah Bandung Selatan seperti Dayeuh Kolot mengalami Banjir, baru saya tidak heran.

Kalau musim hujan, jalan-jalan di Bandung bakal bolong-bolong di sana-sini. Kalau musim panas, jalan-jalan di Bandung diperbaiki (jadi lahan proyek bagi kontraktor yang kebagian proyek). Dari waktu ke waktu begitu terus kejadiannya. Kok kesannya sengaja dikondisikan begitu ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu waktu saya kecil, Bandung masih bersih, tidak semrawut lalu lintasnya, tidak pernah dengar berita banjir di Bandung dari harian PR atau TVRI. Setiap pagi masih bisa menikmati kabut walau tinggal di pusat kota.</p>
<p>Sekarang? Bandung kota sampah, lalu lintas macet di mana-mana. Malah katanya pencemaran timbal sudah sedemikian parahnya sampai-sampai dikhawatirkan generasi berikutnya dari masyarakat Bandung bakal menurut tingkat kecerdasannya. Banjir malah sudah jadi pemandangan &#8220;wajar&#8221; di jalan-jalan protokol di daerah Bandung Utara saat hujan lebat. Aneh memang&#8230; di Bandung Utara yang notabene daerah tinggi kok banjir. Kalau daerah Bandung Selatan seperti Dayeuh Kolot mengalami Banjir, baru saya tidak heran.</p>
<p>Kalau musim hujan, jalan-jalan di Bandung bakal bolong-bolong di sana-sini. Kalau musim panas, jalan-jalan di Bandung diperbaiki (jadi lahan proyek bagi kontraktor yang kebagian proyek). Dari waktu ke waktu begitu terus kejadiannya. Kok kesannya sengaja dikondisikan begitu ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tentang Saya oleh Andhy widodo</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/about-2/#comment-980</link>
		<dc:creator>Andhy widodo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 16:44:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kupalima.wordpress.com/about/#comment-980</guid>
		<description>Pak Arry Akhmad Arman,
Saya sebenarnya sudah lama kenal tapi baru tadi pagi tahu kalau beliaunya nyalonin jadi walikota. Langsung saya dukung deh. Karena orangnya memang joss baik masalah ngajar maupun idealismenya dan saya yakin akan membuat Bandung bisa lebih joss. Maaf numpang nitip link blog saya ya, and mohon ijin saya juga akan bikin link blog Bapak ke blog saya, Thanks.

Salam joss,

Andhy Widodo
http://josspeople.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Arry Akhmad Arman,<br />
Saya sebenarnya sudah lama kenal tapi baru tadi pagi tahu kalau beliaunya nyalonin jadi walikota. Langsung saya dukung deh. Karena orangnya memang joss baik masalah ngajar maupun idealismenya dan saya yakin akan membuat Bandung bisa lebih joss. Maaf numpang nitip link blog saya ya, and mohon ijin saya juga akan bikin link blog Bapak ke blog saya, Thanks.</p>
<p>Salam joss,</p>
<p>Andhy Widodo<br />
<a href="http://josspeople.blogspot.com" rel="nofollow">http://josspeople.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Berburu Hantu di Parijs Van Java oleh Hab</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/21/berburu-hantu-di-parijs-van-java/#comment-979</link>
		<dc:creator>Hab</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 07:46:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bandungkotakembang.wordpress.com/?p=171#comment-979</guid>
		<description>AA...
saya sich baru tahu kalau SMA Belitung ada hantunya. Kalo cerita patung di Taman Maluku yang suka turun (kalau kebelet pipis), itu mah sudah sering denger.
(btw... Serem mana Hantu sama pak Suateng klo lagi Marah ?).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>AA&#8230;<br />
saya sich baru tahu kalau SMA Belitung ada hantunya. Kalo cerita patung di Taman Maluku yang suka turun (kalau kebelet pipis), itu mah sudah sering denger.<br />
(btw&#8230; Serem mana Hantu sama pak Suateng klo lagi Marah ?).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
