BANDUNG, (PR).-
Bursa calon Wali Kota Bandung dari unsur perseorangan/independen kian ramai. Kali ini pasangan Syinar Budhi Arta dan Arry Akhmad Arman mendeklarasikan pencalonan mereka sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2008-2013.
Keduanya bertekad mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Pemkot Bandung dengan cara memberantas korupsi. Syinar mengatakan itu dalam jumpa pers di kediaman ekonom Unpad, Soeharsono Sagir, Jln. Bukit Dago Selatan No. 7, Kota Bandung, Minggu (4/5).
Syinar menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis, sedangkan Arry sehari-hari sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB). Oleh karena itu, mereka menyebut diri mereka sebagai perwakilan buruh dan akademisi. “Saya ini darah demonstrannya. Untuk mengimbanginya, saya dipasangkan dengan Pak Arry yang akademisi pemerhati masalah Kota Bandung,” ujar Syinar yang juga suami ekonom Unpad, Ina Primiana.
Ambil formulir pendaftaran
Dengan demikian, hingga saat ini telah dideklarasikan tiga pasangan calon independen dalam pilwalkot. Mereka adalah pasangan Indra Perwira-Dedi Haryadi yang diusung Forum Pengusung Calon Independen (FPCI), pasangan Hudaya Prawira-Nahadi, dan Syinar Budhi Arta-Arry Akhmad Arman. Ketiga pasangan telah mengambil formulir pendaftaran dan mulai mengumpulkan dukungan warga.
Di hari yang sama, pasangan Indra-Dedi menyelenggarakan workshop yang diikuti sekitar 100 relawan pengumpul dukungan bagi pasangan itu. Dalam workshop yang berlangsung di aula SD St. Ursula, Jln. Bengawan No. 2 Bandung itu, para relawan mendiskusikan taktik pengumpulan dukungan.
Sementara itu, pasangan Hudaya-Nahadi mengaku telah menyebarkan 80.000 formulir dukungan. Hudaya mengatakan, formulir dukungan warga baru mulai terkumpul, Selasa (6/5). “Kami optimistis bisa memenuhi syarat dukungan,” ucap Hudaya. (A-156)***
Penulis:
Ass. Wr. Wb.
saya hanyalah masyarakat biasa. namun saya sangat tertarik didalam perkembangan pemilihan cawalkot bandung. dalam beberapa waktu ini saya sangat memperhatikan perkembangan pemilu kepala daerah, khususnya dikota bandung ini. begitu banyak calon independen yang muncul di kota kembang ini. hal ini bagi pengamatan awam saya, sangat penuh tanda tanya besar??? di satu sisi sangatlah positif bagi perkembangan demokrasi di indonesia, dimana masyarkat indonesia telah sadar, dan memiliki pemahaman intelektual terhadap perpolitikan. hal ini juga merupakan tonggak mandirinya suatu bangsa dan beraninya suatu individu warga negara indonesia untuk menyurakan hati dan pemikiranya bagi kelangsungan bangsa ini. dan Bandung sebagai kota Kembang merupakan TONGGAK DEMOKRASI itu!! Namun di sisi lain saya sangat mengkhawatirkan hal ini merupakan kebalikan dari itu semua!! apakah ini merupakan suatu retorika politik dimana kelompok elit besar sengaja membentuk beberapa tokoh calon kekuatan baru yang bertujuan untuk memecah belah suara kaum independent. Demi tujuan salah satu tokoh politik tertentu!!!?.
saya telah membaca pamflet dari calon independent SYNAR (Sinar Budhi Arta – Arry Akhmad) pada dasarnya saya sangat mendukung bagi beliau untuk maju jd cawalkot bandung.!!
namun ada beberapa hal sebagai masukan bagi pasangan ini dari orang awam separti saya. mohon lebih mengkesampingkan idealis anda, bandung merupakan masyarakat majemuk. mohon faktor pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan kekuatan ekonomi kerakyatan lebih di utamakan. masyarkat individu di kota bandung memiliki keunikan tersendiri!!! dibandingkan daerah lain. bawa mereka!! coba bayangkan Cibaduyut, Fo, Distro, Cibuntu, Rajutan Binong, Sablon, Musik, seni dan budaya. Jadikan mereka kekuatan demi bandung yang lebih baik!! Ayo Maju Jadikan Bandung Kota Termaju Terbersih, Berpendidikan, dan Makmur!!