<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Banjir Masih akan Tetap Mengintai Bandung</title>
	<atom:link href="http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/25/banjir-masih-akan-tetap-mengintai-bandung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/25/banjir-masih-akan-tetap-mengintai-bandung/</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Sep 2008 18:04:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: dwiharini</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/25/banjir-masih-akan-tetap-mengintai-bandung/#comment-987</link>
		<dc:creator>dwiharini</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 04:16:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bandungkotakembang.wordpress.com/?p=178#comment-987</guid>
		<description>Salah satu penyebab banjir lain (disamping penggundulan resapan air di utara sana) adalah , sayang sekali, kebiasaan buruk masyarakat  , yaitu MEMBUANG SAMPAH DI MANAPUN MEREKA BERADA dan dimanapun mereka suka! Sangat menyedihkan lagi, bayak kaum yang mengaku terpelajar melakukannya dengan sangat sadar, misalnya membuang bungkus permen, bungkus rokok, puntung rokok, kulit buah dan lain-lain lewat kaca mobil bagus mereka. Bukan cuma itu, di kampus/kantor, para dosen/pegawai sekalipun masih membuang puntung rokok semaunya. Padahal kalau mau berjalan sedikit mencari asbak atau tempat sampah ........

Kenapa rokok dan bungkus makanan yang jadi contoh? Bila untuk hal &quot;sekecil&quot; itu pun mereka tidak mampu atau tidak mau, saya yakin untuk hal yang (lebih) besar pun dijamin ceroboh, seenaknya! Bagaimana dengan masyarakat lain yang bisanya hanya mencontoh? Ada satu kesimpulan dari kebiasaan buruk orang-orang yang saya maksud di atas, yaitu mereka akan buang sampah dimanapun asal tidak di halaman mereka sendiri! Sungguh sangat egois! Saluran air kotor isinya bukan air (kotor), tapi tempat sampah. Kemana airnya? ya ke permukaan atuuh! Lapangan Supratman yang setiap Jumat dibersihkan oleh tentara selalu dikotori oleh pengguna-pengguna yang lain, yang katanya kaum terdidik, padahal di sekitar lapangan banyak tempat sampah.

Untuk menghilangkan kebiasaan buang sembarangan (bukan meminimalisir!), tinggal law enforcement-nya saja. Sepengetahuan saya sudah ada perda dan regulasi-regulasi yang lain. Masyarakat itu gampang! Bila hukum ditegakkan secara konsisten, percayalah, tidak ada yang berani melanggar di masa depan. Guru-guru TK, SD, SMP, SMA dan orang tua harus memberi contoh daily.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu penyebab banjir lain (disamping penggundulan resapan air di utara sana) adalah , sayang sekali, kebiasaan buruk masyarakat  , yaitu MEMBUANG SAMPAH DI MANAPUN MEREKA BERADA dan dimanapun mereka suka! Sangat menyedihkan lagi, bayak kaum yang mengaku terpelajar melakukannya dengan sangat sadar, misalnya membuang bungkus permen, bungkus rokok, puntung rokok, kulit buah dan lain-lain lewat kaca mobil bagus mereka. Bukan cuma itu, di kampus/kantor, para dosen/pegawai sekalipun masih membuang puntung rokok semaunya. Padahal kalau mau berjalan sedikit mencari asbak atau tempat sampah &#8230;&#8230;..</p>
<p>Kenapa rokok dan bungkus makanan yang jadi contoh? Bila untuk hal &#8220;sekecil&#8221; itu pun mereka tidak mampu atau tidak mau, saya yakin untuk hal yang (lebih) besar pun dijamin ceroboh, seenaknya! Bagaimana dengan masyarakat lain yang bisanya hanya mencontoh? Ada satu kesimpulan dari kebiasaan buruk orang-orang yang saya maksud di atas, yaitu mereka akan buang sampah dimanapun asal tidak di halaman mereka sendiri! Sungguh sangat egois! Saluran air kotor isinya bukan air (kotor), tapi tempat sampah. Kemana airnya? ya ke permukaan atuuh! Lapangan Supratman yang setiap Jumat dibersihkan oleh tentara selalu dikotori oleh pengguna-pengguna yang lain, yang katanya kaum terdidik, padahal di sekitar lapangan banyak tempat sampah.</p>
<p>Untuk menghilangkan kebiasaan buang sembarangan (bukan meminimalisir!), tinggal law enforcement-nya saja. Sepengetahuan saya sudah ada perda dan regulasi-regulasi yang lain. Masyarakat itu gampang! Bila hukum ditegakkan secara konsisten, percayalah, tidak ada yang berani melanggar di masa depan. Guru-guru TK, SD, SMP, SMA dan orang tua harus memberi contoh daily.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ari Tjahjawandita</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/25/banjir-masih-akan-tetap-mengintai-bandung/#comment-981</link>
		<dc:creator>Ari Tjahjawandita</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 02:00:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bandungkotakembang.wordpress.com/?p=178#comment-981</guid>
		<description>Dulu waktu saya kecil, Bandung masih bersih, tidak semrawut lalu lintasnya, tidak pernah dengar berita banjir di Bandung dari harian PR atau TVRI. Setiap pagi masih bisa menikmati kabut walau tinggal di pusat kota.

Sekarang? Bandung kota sampah, lalu lintas macet di mana-mana. Malah katanya pencemaran timbal sudah sedemikian parahnya sampai-sampai dikhawatirkan generasi berikutnya dari masyarakat Bandung bakal menurut tingkat kecerdasannya. Banjir malah sudah jadi pemandangan &quot;wajar&quot; di jalan-jalan protokol di daerah Bandung Utara saat hujan lebat. Aneh memang... di Bandung Utara yang notabene daerah tinggi kok banjir. Kalau daerah Bandung Selatan seperti Dayeuh Kolot mengalami Banjir, baru saya tidak heran.

Kalau musim hujan, jalan-jalan di Bandung bakal bolong-bolong di sana-sini. Kalau musim panas, jalan-jalan di Bandung diperbaiki (jadi lahan proyek bagi kontraktor yang kebagian proyek). Dari waktu ke waktu begitu terus kejadiannya. Kok kesannya sengaja dikondisikan begitu ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu waktu saya kecil, Bandung masih bersih, tidak semrawut lalu lintasnya, tidak pernah dengar berita banjir di Bandung dari harian PR atau TVRI. Setiap pagi masih bisa menikmati kabut walau tinggal di pusat kota.</p>
<p>Sekarang? Bandung kota sampah, lalu lintas macet di mana-mana. Malah katanya pencemaran timbal sudah sedemikian parahnya sampai-sampai dikhawatirkan generasi berikutnya dari masyarakat Bandung bakal menurut tingkat kecerdasannya. Banjir malah sudah jadi pemandangan &#8220;wajar&#8221; di jalan-jalan protokol di daerah Bandung Utara saat hujan lebat. Aneh memang&#8230; di Bandung Utara yang notabene daerah tinggi kok banjir. Kalau daerah Bandung Selatan seperti Dayeuh Kolot mengalami Banjir, baru saya tidak heran.</p>
<p>Kalau musim hujan, jalan-jalan di Bandung bakal bolong-bolong di sana-sini. Kalau musim panas, jalan-jalan di Bandung diperbaiki (jadi lahan proyek bagi kontraktor yang kebagian proyek). Dari waktu ke waktu begitu terus kejadiannya. Kok kesannya sengaja dikondisikan begitu ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: winsolu</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/25/banjir-masih-akan-tetap-mengintai-bandung/#comment-968</link>
		<dc:creator>winsolu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 22:06:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bandungkotakembang.wordpress.com/?p=178#comment-968</guid>
		<description>bandung banjir...di malang pun banjir akhir2 ini....
anehka? daerah datran tinggi pun bisa kebanjiran...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bandung banjir&#8230;di malang pun banjir akhir2 ini&#8230;.<br />
anehka? daerah datran tinggi pun bisa kebanjiran&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
