Setiap tahun berita buruk tentang Ujian Nasional selalu terjadi dan terjadi lagi. Membaca berita pagi ini mengenai pelanggaran (baca: kecurangan) di dalam pelaksanaan UN (UJian Nasional) terjadi lagi. Hal yang menyedihkan bahwa kecurangan tersebut melibatkan guru-gurunya. Begitu rusaknya etika dan kejujuran di dunia pendidikan kita!!!
BANDUNG, (PR).-
Memasuki hari kedua ujian nasional SMA/SMK/MA, sejumlah pelanggaran masih saja terjadi. Alat komunikasi handphone (HP) bebas masuk ke ruang ujian tanpa ada pengawasan.Guru juga disinyalir memberikan kunci jawaban kepada siswa. Sejumlah siswa yang ditemui seusai pelaksanaan UN membenarkan pemberian kunci jawaban dari guru. “Ada salah satu teman kita yang dipanggil terus dikasih kunci jawaban sama guru,” kata siswa salah satu SMA swasta di Bandung, Rabu (23/4).
Menurut dia, kunci jawaban diberikan sesaat sebelum ujian dimulai. Selanjutnya, kunci jawaban disebarkan ke semua siswa. “Ada juga dari teman yang ngirim SMS di HP. Kalau yang itu, sudah ada dari kemarin,” tuturnya.
………
Sebagian besar sekolah melarang wartawan untuk meliput dan memantau pelaksanaan UN. Salah satunya di SMA Pasundan 7 dan SMA Pasundan 3 Bandung. Ketika wartawan mencoba masuk, keamanan mempertanyakan surat izin Disdik.
Kutipan di atas saya ambil dari Harian Pikiran Rakyat, berita selengkapnya bisa dibaca disini.
Berita yang sama bisa kita baca juga dari Kompas Online:
MAKASSAR, RABU- Seorang kepala sekolah sebuah SMA swasta di Makassar, AM, Rabu (23/4), ditahan di Kepolisian Resor Kota Makassar Timur karena diketahui memberi kunci jawaban kepada murid-muridnya.
“Selain kepala Sekolah, kami juga menahan tiga orang lainnya karena diduga terlibat pada kasus yang sama, yakni menyebarkan kunci jawaban UN untuk tingkat SMA,” kata Kepala Polresta Makassar Timur Ajun Komisaris Besar Kamaruddin.
Berita selengkapnya dapat dibaca disini.
Kami Prihatin
selaku orang pendidikan, kami malu atas kondisi ini pak.
Kasus yg cukup parah juga terjadi di Sumut:http://niatnulis.wordpress.com/2008/04/26/terror-yg-sukses-via-un/
sebenernya…
jangan cuma SMA yang dijadiin sorotan…
karena biasanya…. sedikit lebih banyak di SMP(kecurangan)
Anak saya yg ikut UASBN di Kab. Bogor juga mengeluh, ia yang sudah belajar mati-matian jadi frustasi karena guru sekolah membacakan jawaban soal 15 menit setelah ujian berlangsung, para pengawas yang berasal dari sekolah lain juga membiarkan kecurangan terjadi.
Hal ini pasti sangat mempengaruhi moral anak-anak, ini sama saja dengan mengajari anak anak korupsi sejak dini.