Jika kita diskusi tentang buruknya transportasi di kota Bandung, maka kemungkinan besar sebagian besar orang akan menuding angkot sebagai biang keladinya. Saya setuju bahwa angkot punya kotribusi besar menciptakan kemacetan di kota Bandung, terutama perilaku mereka dalam menaikan dan menurunkan penumpang di tempat yang cenderung memacetkan.
Mari kita coba ajukan beberapa pertanyaan:
- Dimanakah angkot harusnya berhenti?
- Dimanakah penumpang harus menunggu angkot?
- Adakah tempatnya di kota Bandung ini?
Jadi, kalau dipikir-pikir, ini salah siapa? Sama saja dengan menyalahkan seorang murid yang kencing di balik pohon di suatu sekolah, sementara di sekolah itu memang tidak ada WC. Salah siapa?
Aneh memang…, mungkin begitu sibuknya seorang walikota, sehingga tidak pernah bisa menganalisis sumber masalah yang mendasar itu ada dimana????
Semoga ini tidak terjadi lagi di Bandung setelah Bandung memiliki walikota baru nanti!
Sebenernya yang jarang disadari, para penumpang angkuan umum juga memberikan andil atas ruwetnya transportasi. Bayangkan, kita sering menyetop dan turun angkot sembarangan,kapanpun dimanapun mau turun, sopir angkot pasti akan ngerem disitu.
Misal lagi, di jln merdeka depan BIP. Meskipun sudah ada jembatan penyeberangan, orang tetap saja malas memanfaatkannya (he he termasuk saya). Mungkin jembatan itu harus dipasang eskalator, jadi tidak cape naik…
Supir angkotnya harus diberikan brifing bahwa dilarang memberhentikan org kecuali di halte atau dikomplek perumahan. Yang ketauan berhenti sembarangan didenda 1 milyar.
Sistemnya mungkin perlu diganti. Penghasilan supir angkot seharusnya tidak tergantung jumlah penumpang. Hal lain yang juga penting adalah penjadwalan angkot. Mungkin jadi sedikit mirip bus way gitu deh…
betul, selain sistem penggajian diganti rute diubah supaya lebih episien dan epektip.. eheheheh.. .. gak usah lah buat monorail yang ada juga bisa diperbaiki asalkan kreatip…
saran nih pak…
antara BIP-Gramedia-BEC kan daerah penting buat ekonomi bandung tuh…
makanya sering macet kan…
trus, orang nyebrang lewat jalanan padahal ada jembatan penyebrangan…
terlepas dari disiplin warga yang buruk, jembatan itu memang mengundang rasa malas untuk dinaiki…
gimana klo dibikin penyebrangan bawah tanah…?
solutif, keren(bisa jadi landmark), dan saya rasa buatnya gak susah2 amat…kan ada ITB pak =p