<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Bandung Bakal &#8216;Heurin&#8217; ku Motor</title>
	<atom:link href="http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/05/bandung-bakal-heurin-ku-motor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/05/bandung-bakal-heurin-ku-motor/</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Sep 2008 18:04:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Syafrudin Abi Dawira</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/05/bandung-bakal-heurin-ku-motor/#comment-976</link>
		<dc:creator>Syafrudin Abi Dawira</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 10:31:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kupalima.wordpress.com/?p=212#comment-976</guid>
		<description>Solusinya seperti biasa pak, perpajakan. Sepeda motor harus dikenakan pajak yang cukup tinggi, dan tentunya juga tarif parkir cukup tinggi juga. Selain itu, perlu diperkenalkan juga tarif pajak lingkungan untuk polutannya.
Dengan demikian, orang akan cenderung pindah ke angkutan umum, atau sepeda kayuh, atau sepeda listrik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Solusinya seperti biasa pak, perpajakan. Sepeda motor harus dikenakan pajak yang cukup tinggi, dan tentunya juga tarif parkir cukup tinggi juga. Selain itu, perlu diperkenalkan juga tarif pajak lingkungan untuk polutannya.<br />
Dengan demikian, orang akan cenderung pindah ke angkutan umum, atau sepeda kayuh, atau sepeda listrik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: iwan</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/05/bandung-bakal-heurin-ku-motor/#comment-585</link>
		<dc:creator>iwan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 09:06:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kupalima.wordpress.com/?p=212#comment-585</guid>
		<description>Untung saya pak gak bisa pake motor, coba klo bisa  pake motor nanti tambah ngaheurin nan kota bandung.
Lebih baik pake sepeda kali yah udah sehat dan murah meriah lagi gak pake bensin lagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untung saya pak gak bisa pake motor, coba klo bisa  pake motor nanti tambah ngaheurin nan kota bandung.<br />
Lebih baik pake sepeda kali yah udah sehat dan murah meriah lagi gak pake bensin lagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Junarto</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/05/bandung-bakal-heurin-ku-motor/#comment-584</link>
		<dc:creator>Junarto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 01:05:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kupalima.wordpress.com/?p=212#comment-584</guid>
		<description>Pakai sepeda ke kantor. Sehat!

Mengurangi polusi pula.

Lebih aman (selama kendaraan bermotor lain dikurangi).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pakai sepeda ke kantor. Sehat!</p>
<p>Mengurangi polusi pula.</p>
<p>Lebih aman (selama kendaraan bermotor lain dikurangi).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ayi purbasari</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/05/bandung-bakal-heurin-ku-motor/#comment-583</link>
		<dc:creator>ayi purbasari</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 03:09:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kupalima.wordpress.com/?p=212#comment-583</guid>
		<description>kalo betrix gimana pa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo betrix gimana pa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jmzach</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/05/bandung-bakal-heurin-ku-motor/#comment-582</link>
		<dc:creator>jmzach</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 17:36:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kupalima.wordpress.com/?p=212#comment-582</guid>
		<description>Kalau saya  pribadi  untuk sementara belum concern  terhadap jumlah sepeda  motor (karena  menyangkut  kemampuan standar  untuk memiliki  alat  transportasi pribadi bagi  masyarakat), yang saya cermati adalah   perilaku  berlalu lintas beberapa oknum pengendara motor yang kadang mengganggu/membahayakan orang lain.

Benang  merah-nya: benahi  perilaku berlalu  lintas didukung  kebijakan/peraturan   yang komprehensif.

Pelarangan  sepeda motor  saat  ini  masih relevan dan efektif  untuk jalan tol serta pengaturan sepeda motor  khusus untuk  fly over yang panjang dan padat dengan kendaraan  kecepatan tinggi perlu dibuatkan separator/jalur  tersendiri  untuk motor/sepeda.

Saya  sendiri kadang ngeri  melihat manuver oknum pengemudi motor  yang kadang berada  di bagian tengah/sebelah kanan  jalan di sekitar jembatan  Pasopati Bandung (belum lagi  di sana  lampu jalannya  tidak  berfungsi  saat  malam  tiba alias  1/4 gelap alias remang-remang  pantulan sinar  neonsign iklan di sisi pinggirnya).

Salam dari mantan  murid Pak Arry juga  dan juga pesepeda motor (khusus untuk  jarak  pendek he2x)


&lt;blockquote&gt;He-he-he Apa kabar pak? Sudah lewat tengah malam masih bergentayangan di belantara blog? Setuju pak, perilaku adalah kunci utama. Bahkan dibiarkannya perilaku buruk berlalu lintas akan cenderung merembet kemana-mana, karena perilaku buruk di jalan raya dilihat semua orang, dan dilakukan terus menerus setiap hari.&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau saya  pribadi  untuk sementara belum concern  terhadap jumlah sepeda  motor (karena  menyangkut  kemampuan standar  untuk memiliki  alat  transportasi pribadi bagi  masyarakat), yang saya cermati adalah   perilaku  berlalu lintas beberapa oknum pengendara motor yang kadang mengganggu/membahayakan orang lain.</p>
<p>Benang  merah-nya: benahi  perilaku berlalu  lintas didukung  kebijakan/peraturan   yang komprehensif.</p>
<p>Pelarangan  sepeda motor  saat  ini  masih relevan dan efektif  untuk jalan tol serta pengaturan sepeda motor  khusus untuk  fly over yang panjang dan padat dengan kendaraan  kecepatan tinggi perlu dibuatkan separator/jalur  tersendiri  untuk motor/sepeda.</p>
<p>Saya  sendiri kadang ngeri  melihat manuver oknum pengemudi motor  yang kadang berada  di bagian tengah/sebelah kanan  jalan di sekitar jembatan  Pasopati Bandung (belum lagi  di sana  lampu jalannya  tidak  berfungsi  saat  malam  tiba alias  1/4 gelap alias remang-remang  pantulan sinar  neonsign iklan di sisi pinggirnya).</p>
<p>Salam dari mantan  murid Pak Arry juga  dan juga pesepeda motor (khusus untuk  jarak  pendek he2x)</p>
<blockquote><p>He-he-he Apa kabar pak? Sudah lewat tengah malam masih bergentayangan di belantara blog? Setuju pak, perilaku adalah kunci utama. Bahkan dibiarkannya perilaku buruk berlalu lintas akan cenderung merembet kemana-mana, karena perilaku buruk di jalan raya dilihat semua orang, dan dilakukan terus menerus setiap hari.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pramudyaputrautama</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/05/bandung-bakal-heurin-ku-motor/#comment-581</link>
		<dc:creator>pramudyaputrautama</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 10:29:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kupalima.wordpress.com/?p=212#comment-581</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;... Kalau ingat lagi pengalaman saya di Cina, saya semakin paham, mengapa Cina melarang sepeda motor di seluruh kota-kota besar di Cina. Mungkin sudah kehabisan akal untuk mencari solusi yang efektif.
&lt;/blockquote&gt;

Sebenarnya indonesia bisa melakukan hal tersebut, solusi ini selain dapat mengurangi kemacetan dikarenakan padatnya lalu lintas karena sepeda motor, juga secara tidak langsung memberi solusi untuk mengurangi pemanasan global, polusi dan penghematan bahan bakar yang selama ini dikonsumsi oleh pengguna sepeda motor.

Akan tetapi selain menjadi solusi bagi hal-hal yang saya sebutkan diatas, hal tersebut memunculkan sebuah pemasalahan baru, dikarenakan adanya larangan &quot;sepeda motor di seluruh kota-kota besar&quot; tentu saja hal ini akan menurunkan jumlah produksi produsen sepeda motor di indonesia, dengan menurunnya produksi tentu saja akan diiringi pengurangan tenaga kerja, sehingga akan menimbulkan permasalahan baru yaitu : berkurangnya tenaga kerja. akan tetapi hal tersebut bukan tidak ada solusinya. Dengan adanya larangan &quot;sepeda motor di seluruh kota-kota besar&quot; tentu saja para bikers akan menggunakan traansportasi lain, misalnya mobil dan transportasi masa seperti : KRL dan Bis Kota. Dalam hal ini saya rasa perlu campur tangan pemerintah untuk menyediakan transportasi masa seperti : KRL dan Bis Kota yang NYAMAN, MURAH serta AMAN. Dan tentu saja hal ini akan menyedot lapangan kerja baru juga.

Mungkin itu opini dari saya, pak Arry. Mungkin pak Arry mau menambahkan / mengkritik balik ?

Salam

pramudyaputrautama.wordpress.com



&lt;blockquote&gt;Saya kira, setiap solusi selalu ada plus minusnya. Tinggal kita optimasi solusi terbaik dari berbagai perspektif. Walaupun ada contoh ekstrim di Cina, saya tidak mengatakan bahwa kita harus meniru itu. Tapi itu contoh langkah yang berani untuk kita renungkan &quot;keberaniannya&quot;. Terlalu banyak pertimbangan kadang sering membuat tidak berhasil mencapai tujuan secara efektif.
Sebelum memikirkan angkutan masal yang baru, saya masih cenderung mencoba menata angkot dulu dan cara berhentinya dengan tertib. Tentunya TEMPAT BERHENTI harus disediakan, terpelihara kondisinya dan dijaga fungsinya. Mobil atau motor, seperti yang sudah saya kemukakan, akan secara alami berkurang. Apalagi kalau dilakukan pembatasan parkir. Biarkan orang kaya beli mobil terus, tapi nanti bingung susah parkir.&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8230; Kalau ingat lagi pengalaman saya di Cina, saya semakin paham, mengapa Cina melarang sepeda motor di seluruh kota-kota besar di Cina. Mungkin sudah kehabisan akal untuk mencari solusi yang efektif.
</p></blockquote>
<p>Sebenarnya indonesia bisa melakukan hal tersebut, solusi ini selain dapat mengurangi kemacetan dikarenakan padatnya lalu lintas karena sepeda motor, juga secara tidak langsung memberi solusi untuk mengurangi pemanasan global, polusi dan penghematan bahan bakar yang selama ini dikonsumsi oleh pengguna sepeda motor.</p>
<p>Akan tetapi selain menjadi solusi bagi hal-hal yang saya sebutkan diatas, hal tersebut memunculkan sebuah pemasalahan baru, dikarenakan adanya larangan &#8220;sepeda motor di seluruh kota-kota besar&#8221; tentu saja hal ini akan menurunkan jumlah produksi produsen sepeda motor di indonesia, dengan menurunnya produksi tentu saja akan diiringi pengurangan tenaga kerja, sehingga akan menimbulkan permasalahan baru yaitu : berkurangnya tenaga kerja. akan tetapi hal tersebut bukan tidak ada solusinya. Dengan adanya larangan &#8220;sepeda motor di seluruh kota-kota besar&#8221; tentu saja para bikers akan menggunakan traansportasi lain, misalnya mobil dan transportasi masa seperti : KRL dan Bis Kota. Dalam hal ini saya rasa perlu campur tangan pemerintah untuk menyediakan transportasi masa seperti : KRL dan Bis Kota yang NYAMAN, MURAH serta AMAN. Dan tentu saja hal ini akan menyedot lapangan kerja baru juga.</p>
<p>Mungkin itu opini dari saya, pak Arry. Mungkin pak Arry mau menambahkan / mengkritik balik ?</p>
<p>Salam</p>
<p>pramudyaputrautama.wordpress.com</p>
<blockquote><p>Saya kira, setiap solusi selalu ada plus minusnya. Tinggal kita optimasi solusi terbaik dari berbagai perspektif. Walaupun ada contoh ekstrim di Cina, saya tidak mengatakan bahwa kita harus meniru itu. Tapi itu contoh langkah yang berani untuk kita renungkan &#8220;keberaniannya&#8221;. Terlalu banyak pertimbangan kadang sering membuat tidak berhasil mencapai tujuan secara efektif.<br />
Sebelum memikirkan angkutan masal yang baru, saya masih cenderung mencoba menata angkot dulu dan cara berhentinya dengan tertib. Tentunya TEMPAT BERHENTI harus disediakan, terpelihara kondisinya dan dijaga fungsinya. Mobil atau motor, seperti yang sudah saya kemukakan, akan secara alami berkurang. Apalagi kalau dilakukan pembatasan parkir. Biarkan orang kaya beli mobil terus, tapi nanti bingung susah parkir.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: roisz</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/05/bandung-bakal-heurin-ku-motor/#comment-580</link>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 06:05:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kupalima.wordpress.com/?p=212#comment-580</guid>
		<description>kalau saya memandang dari sisi mengapa orang tertarik pada sepeda motor.

1. dekatnya jarak tempuhan
2. efektivitas waktu jika dibandingkan dengan naik angkutan
3. cost, karena naik angkot lebih mahal dengan layanan yang kurang sepadan
4. motor lebih fleksibel
5. kurang sipnya layanan dari transportasi masal


untuk saya pribadi, ujung-ujungnya sih kalau pakai motor bisa hemat lebih dari 150 ribu rupiah perbulannya pak. Itu alasan saya pakai motor, disamping penghematan waktu. Pakai motor hanya butuh waktu kurang dari 1 jam dari rumah ke kantor, sedangkan pakai angkutan bisa sampai 2 jam, bahkan lebih. 1 jam terbuang percuma.

2 jam perhari, 50 jam perminggu, 200 jam perbulan, ... pertahun, dst. terbuang dengan percuma (bagi saya).


&lt;blockquote&gt;Setuju sekali. Saya sendiri tidak anti sepeda motor. Sejak SMA sampai saya mulai jadi dosen, saya naik motor ke kampus. Setelah menikah, baru saya tinggalkan motor. Memang jauh, irit BBM, irit waktu! Tapi, bagaimana pengaturannya jika pertumbuhannya tidak terkendali sehingga volume motor terlalu banyak? Maju kena mundur kena? Bisa juga: BIARKAN SAJA! Nanti juga ada keseimbangan baru...
Tanpa membatasi motor, sebetulnya saya pikir penataan angkot perlu dilakukan segera! Secara alami, sebagian akan pindah ke angkot. Baik yang naik motor maupun yang naik mobil. Biar bagaimanapun, angkot ada plus-nya. Anda bisa sampai ke tujuan dengan ngantuk-ngantuk di dalam angkot. Kalau di atas motor kan pasti celaka kalau mengantuk. He-he-he...&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau saya memandang dari sisi mengapa orang tertarik pada sepeda motor.</p>
<p>1. dekatnya jarak tempuhan<br />
2. efektivitas waktu jika dibandingkan dengan naik angkutan<br />
3. cost, karena naik angkot lebih mahal dengan layanan yang kurang sepadan<br />
4. motor lebih fleksibel<br />
5. kurang sipnya layanan dari transportasi masal</p>
<p>untuk saya pribadi, ujung-ujungnya sih kalau pakai motor bisa hemat lebih dari 150 ribu rupiah perbulannya pak. Itu alasan saya pakai motor, disamping penghematan waktu. Pakai motor hanya butuh waktu kurang dari 1 jam dari rumah ke kantor, sedangkan pakai angkutan bisa sampai 2 jam, bahkan lebih. 1 jam terbuang percuma.</p>
<p>2 jam perhari, 50 jam perminggu, 200 jam perbulan, &#8230; pertahun, dst. terbuang dengan percuma (bagi saya).</p>
<blockquote><p>Setuju sekali. Saya sendiri tidak anti sepeda motor. Sejak SMA sampai saya mulai jadi dosen, saya naik motor ke kampus. Setelah menikah, baru saya tinggalkan motor. Memang jauh, irit BBM, irit waktu! Tapi, bagaimana pengaturannya jika pertumbuhannya tidak terkendali sehingga volume motor terlalu banyak? Maju kena mundur kena? Bisa juga: BIARKAN SAJA! Nanti juga ada keseimbangan baru&#8230;<br />
Tanpa membatasi motor, sebetulnya saya pikir penataan angkot perlu dilakukan segera! Secara alami, sebagian akan pindah ke angkot. Baik yang naik motor maupun yang naik mobil. Biar bagaimanapun, angkot ada plus-nya. Anda bisa sampai ke tujuan dengan ngantuk-ngantuk di dalam angkot. Kalau di atas motor kan pasti celaka kalau mengantuk. He-he-he&#8230;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fajar</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/05/bandung-bakal-heurin-ku-motor/#comment-579</link>
		<dc:creator>Fajar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 04:27:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kupalima.wordpress.com/?p=212#comment-579</guid>
		<description>Wah ini mah pom bensin langganan saya pak !!
:mrgreen:


&lt;blockquote&gt;Saya juga paling sering kesini! Tolong sapa saya kalau kebetulan lihat saya disana!&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah ini mah pom bensin langganan saya pak !! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>Saya juga paling sering kesini! Tolong sapa saya kalau kebetulan lihat saya disana!</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: chatoer</title>
		<link>http://bandungkotakembang.wordpress.com/2008/04/05/bandung-bakal-heurin-ku-motor/#comment-578</link>
		<dc:creator>chatoer</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 02:34:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kupalima.wordpress.com/?p=212#comment-578</guid>
		<description>Hihihi, saya termasuk pengendara motor kang, meemang kota Bandung dengan jarak antar jalan pendek dan terlalu banyak jalan yang panjang, sangat efisien jika menaiki sepeda motor. memang jika melihat trennya sekarang faktor kenaikan harga BBM sehingga banyak orang beralih ke sepeda motor


&lt;blockquote&gt;Ya, saya kira harus ada solusi yang sistematis dan terencana, sebelum semuanya serba terlambat. Mungkin jalur khusus, ketertiban, dan sebagainya .... supaya kenyamanan bersama dan keamanan tercipta ....&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hihihi, saya termasuk pengendara motor kang, meemang kota Bandung dengan jarak antar jalan pendek dan terlalu banyak jalan yang panjang, sangat efisien jika menaiki sepeda motor. memang jika melihat trennya sekarang faktor kenaikan harga BBM sehingga banyak orang beralih ke sepeda motor</p>
<blockquote><p>Ya, saya kira harus ada solusi yang sistematis dan terencana, sebelum semuanya serba terlambat. Mungkin jalur khusus, ketertiban, dan sebagainya &#8230;. supaya kenyamanan bersama dan keamanan tercipta &#8230;.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
